Istana Goal - Italia akan melakoni partai dua leg melawan Swedia di play-off kualifikasi Piala Dunia 2017/18 pada 10 dan 13 November 2017. Pelatih Giampiero Ventura telah menentukan skuat yang akan dibawanya.
Termasuk di antaranya adalah dua pengendali bola terbaik di Eropa musim ini.
Salah satunya adalah gelandang PSG yang telah menjadi langganan Azzurri, yakni Marco Verratti. Sementara itu, satunya lagi adalah Jorginho yang merupakan otak permainan Napoli.
PSG memimpin klasemen sementara Ligue 1, sedangkan Napoli memuncaki classifica Serie A 2017/18. Sepak terjang kedua tim ini memang identik dengan trident penyerang yang mereka miliki.
Jika PSG punya Kylian Mbappe, Neymar dan Edinson Cavani, maka Napoli punya Jose Callejon, Lorenzo Insigne dan Dries Mertens. Namun yang tak kalah penting adalah sosok yang menjadi pengendali permainan dari lini kedua.
Dalam hal ini, Verratti dan Jorginho.
Jika PSG punya Kylian Mbappe, Neymar dan Edinson Cavani, maka Napoli punya Jose Callejon, Lorenzo Insigne dan Dries Mertens. Namun yang tak kalah penting adalah sosok yang menjadi pengendali permainan dari lini kedua.
Dalam hal ini, Verratti dan Jorginho.
Verratti dan Jorginho adalah dua pemain dengan rasio touches per gameterbaik di lima liga top Eropa musim ini. Verratti memimpin dengan rata-rata 125 sentuhan bola per laga dalam delapan penampilan. Jorginho di urutan kedua dengan rata-rata 120 sentuhan bola per laga dalam sembilan penampilan.
Statistik touches per game sendiri merupakan gambaran seberapa sering seorang pemain 'menyentuh' dan menguasai bola dalam satu pertandingan. Semakin tinggi statistik ini, berarti semakin vital pula peran pemain tersebut sebagai sosok sentral yang mengatur tempo permainan dan mengalirkan bola untuk timnya.
Dengan kata lain, mesin PSG dan Napoli tidak bakal bergerak sebaik ini jika bukan berkat keberadaan mereka berdua.
Statistik touches per game sendiri merupakan gambaran seberapa sering seorang pemain 'menyentuh' dan menguasai bola dalam satu pertandingan. Semakin tinggi statistik ini, berarti semakin vital pula peran pemain tersebut sebagai sosok sentral yang mengatur tempo permainan dan mengalirkan bola untuk timnya.
Dengan kata lain, mesin PSG dan Napoli tidak bakal bergerak sebaik ini jika bukan berkat keberadaan mereka berdua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar